Banyak penelitian membuktikan bahwa pola makan
sehari-hari mempunyai dampak pada terjadinya kanker. Sayangnya, banyak orang
yang tidak concern terhadap hal ini padahal
penyakit kanker adalah penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskuler.
Ahli Gizi RSHS, Asep Ahmad Munawar SKM.,MKM dalam Seminar Awam “World Cancer Day” Kamis (5/02/15) lalu mengungkapkan bahwa
proses terjadinya penyakit kanker
membutuhkan waktu yang cukup lama ( sekitar 15-25 tahun ), ditandai dengan
munculnya berbagai macam gejala. Mekanisme kejadian kanker terdiri dari inisiasi, promosi, progresi dan metastasis. Adapun faktor-faktor resiko
kanker yaitu keturunan/genetik, pola makan, pengaruh lingkungan (polusi,
paparan asap rokok, dll) dan gaya hidup.
Faktor resiko yang perlu kita garis bawahi
adalah mengenai pola makan yang sehat. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk
pola makan yang benar guna mencegah kanker :
Pengaturan Asupan Gizi
Coba renungkan, apakah asupan makan kita
sesuai dengan kebutuhan? Ada baiknya
kita mengikuti sunah Rasul yaitu tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan
sebelum kenyang. Asupan gizi ke dalam tubuh harus sesuai dengan kebutuhan tubuh
kita. Tak hanya itu, penerapan menu seimbang juga sangatlah penting. Banyak
makanan enak diluar sana, namun jangan lupakan dengan kandungan gizinya. Setiap
kali makan, usahakan terdiri dari makan pokok, lauk-pauk, buah dan sayur.
Pastikan asupan makan kita seimbang dengan
kebutuhan. Untuk mengetahui berapa besar kebutuhan konsumsi makanan sehari-hari
yang sesuai kebutuhan kita, bila perlu konsultasikanlah pada ahli gizi. Bisa
jadi apa yang kita konsumsi itu sudah melebihi takarannya/ kebutuhannya.
Konsumsi Makanan Sumber Antioksidan
Untuk mencegah kanker, konsumsilah sumber
makanan yang banyak mengandung antioksidan. Antioksidan adalah zat yang dapat
mencegah proses oksidasi pemicu
terjadinya pertumbuhan sel yang tidak normal.
Konsumsilah sayur-sayuran dalam proporsi yang besar karena sayuran
banyak mengandung antioksidan. Adapun sayur-sayuran yang banyak mengandung
antioksidan adalah brokoli, kol, tomat, wortel, lobak, kacang panjang dan sawi
hijau. Yang harus dicatat disini, pastikan sayur –sayuran yang kita konsumsi
itu bebas dari pestisida atau bahan-bahan kimiawi lainnya. Tak hanya itu, cara
pemasakan sayur-sayuran pun harus diperhatikan. Hindarilah pemanasan makanan
diatas 200 derajat celcius. Cara pemasakan pun sebaiknya dikukus atau direbus.
Selain sayur-sayuran, buah-buahan juga banyak
mengandung antioksidan seperti buah alpukat, anggur, jeruk, pepaya, pear dan
melon. Sumber antioksidan lain selain sayur dan buah adalah hasil olahan
kedelai seperti tempe dan tahu. Yang tak kalah penting adalah konsumsi ikan
(tuna, salmon, dll).
Hindari Makanan Karsinogenik
Makanan karsinogenik adalah makanan yang
mengandung resiko terjadinya kanker. Untuk mencegah kanker, hindarilah makanan
yang :
§Menggunakan banyak MSG
§ Menggunakan zat pengawet makanan ( benzoat, formalin )
§ Menggunakan zat pengenyal makanan ( formalin, borax/pijer)
§ Menggunakan pewarna makanan ( rodamin)
§Menggunakan nitrosamin makanan ( makanan yang diasapkan dan dibakar )
Lakukanlah pola hidup sehat lainnya
- Konsumsilah makanan rendah lemak dan tinggi serat, karena dapat menurunkan resiko terkena kanker.
- Mengendalikan berat badan sangatlah penting karena menghindari obesitas. Orang yang mengalami obesitas lebih beresiko lebih tinggi untuk terkena kanker.
- Gunakanlah hanya bahan-bahan alami untuk menguatkan rasa seperti bumbu dan rempah-rempah.
- Kurangi mengemil.
Sebenarnya
tidak sulit untuk membentuk pola makan yang sehat. Bila dijadikan suatu
kebiasaan, maka tubuh pun akan bisa beradaptasi dengan cepat. Penerapan pola
makan sehat sangatlah penting karena pola makan yang sehat dapat mengurangi
resiko kejadian kanker. ***
Komentar
Posting Komentar