Langsung ke konten utama

Kanker, Berobat lah pada Ahlinya




   Kanker bukanlah penyakit  yang terjadi secara tiba-tiba. Proses terjadinya penyakit ini membutuhkan waktu yang lama hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu, sebuah upaya harus dilakukan agar proses tersebut tidak terjadi. Kanker adalah masalah yang berat karena kanker adalah penyakit yang menghabiskan banyak waktu, tenaga dan tentu saja uang.
     World Health Organization  menyebutkan bahwa pada tahun 2009/2010, ada  sekitar 25 juta penderita kanker di dunia. Bila hal ini tetap dibiarkan, maka diperkirakan pada tahun 2030 mendatang, jumlah penderita kanker di dunia akan berlipat menjadi 75 juta jiwa. Tentunya ini akan menjadi beban dunia dan tugas kita bersama untuk menanggulangi permasalahan kanker ini.
Mengapa jumlah penderita kanker semakin hari semakin bertambah? Siapakah yang bertanggung jawab atas hal ini? Jawabannya tentu permasalahan kanker ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kurangnya kesadaran masyarakat akan keganasan penyakit ini ditengarai bisa menjadi penyebab membludaknya jumlah pasien kanker. Bagaimana tidak, data RSHS saja mengungkapkan bahwa 50% pasien kanker yang datang ke RSHS biasanya ketika penyakit kanker mereka telah memasuki lebih dari stadium 2 karena sebelumnya mereka terlebih dulu datang ke pengobatan alternatif. Mereka lebih memilih untuk menjalani pengobatan non medis . Setelah mereka merasa pengobatan non medis  ini tidak membuahkan hasil yang diinginkan, mereka akhirnya menyerah dan datang ke rumah sakit. Tentu saja hal ini sangat disayangkan karena andai saja pasien kanker tersebut datang lebih awal, maka akan lebih mudah dalam pengobatan kankernya. Tentunya pengobatan mereka akan akan lebih menghemat waktu, tenaga dan uang. Dan tingkat kesembuhan pun lebih besar. Datang ke rumah sakit saat usia kanker sudah mencapai stadium lanjut mengakibatkan pengobatan akan lebih sulit dilakukan dan harapan hidup pun kecil.  Oleh karena itu, bila anda terkena kanker, segeralah datangi rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari ahlinya. Demikian dikatakan Anggota Tim Penanggulangan Kanker , dr. Drajat dalam Seminar Awam “World Cancer Day”, Kamis (5/02/15) di Auditorium FK Unpad Jl. Dr Eyeckman.
     Selama ini ada stereotip di kalangan masyarakat awam bahwa kanker itu adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Pendapat ini tentu saja salah. Kanker bukanlah akhir dari segalanya karena penyakit  ini dapat disembuhkan. Diluar sana banyak sekali orang yang telah sembuh dari kanker ini dan mendapat kesempatan hidup kedua.
    Pada kesempatan yang sama juga diinformasikan tentang jenis-jenis kanker seperti kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker nasofaring. Tak hanya itu, informasi mengenai deteksi dini dan screening kanker, layanan radioterapi serta aturan BPJS untuk pelayanan pasien juga dibahas dalam seminar tersebut.
      Seminar “World Cancer Day” ini yang juga merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Kanker Sedunia yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana sebenarnya penyakit kanker ini berikut upaya pencegahannya.  Acara ini dihadiri sekira 150 orang dari berbagai lapisan masyarakat termasuk komunitas Bandung Cancer Society yang merupakan kumpulan para survivor kanker di Bandung dan sekitarnya. ***
   


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Kanker dengan Pola Makan yang Baik

Banyak penelitian membuktikan bahwa pola makan sehari-hari mempunyai dampak pada terjadinya kanker. Sayangnya, banyak orang yang tidak concern terhadap hal ini padahal penyakit kanker adalah penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Ahli Gizi RSHS, Asep Ahmad Munawar  SKM.,MKM dalam Seminar Awam “World Cancer Day”  Kamis (5/02/15) lalu mengungkapkan bahwa proses terjadinya penyakit  kanker membutuhkan waktu yang cukup lama ( sekitar 15-25 tahun ), ditandai dengan munculnya berbagai macam gejala. Mekanisme kejadian kanker terdiri dari inisiasi, promosi, progresi dan metastasis . Adapun faktor-faktor resiko kanker yaitu keturunan/genetik, pola makan, pengaruh lingkungan (polusi, paparan asap rokok, dll)  dan gaya hidup. Faktor resiko yang perlu kita garis bawahi adalah mengenai pola makan yang sehat. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk pola makan yang benar guna mencegah kanker : Pengaturan Asupan Gizi Coba renungkan, apakah asupan mak...